Breaking News

Pengertian Hutang

akuntansiSMK.com – Dalam pengertiannya hutang dapat diartikan sebagai kewajaliban perusahaan terhadap pihak ketiga dalam masalah keuangan yang harus dibayar atau diselesaikan.
Secara umum, berdasarkan waktu pelunasan, hutang dalam akuntansi dibagi menjadi tiga jenis. Yaitu hutang dengan jangka waktu pendek, hutang dengan jangka waktu menengah dan hutang dengan jangka waktu panjang.

  1. Hutang dengan jangka waktu pendek
    Yaitu hutang yang harus dilunasi opeh perusahaan yang memiliki jangka kurun waktu satu tahun dari tanggal neraca, pelunasannya dapat dilakukan dengan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan.
    Beberapa contoh dari Hutang jangka pendek :
    * Taksiran Hutang pajak
    Setiap perusahaan pasti membayarkan pajak dari hasil kegiatan usahanya, yang mana pajak tersebut harus dibayarkan, pajak tersebut yang menimbulkan hutang bagi perusahaan yang segera harus dilunasi dalam kurun waktu yang relatif pendek
    * Hutang biaya
    Hutang biaya sudah seperti hutang yang harus dilunasi dan sudah menjadi beban perusahaan sejak awal. Salah satu contoh dari hutang biaya ini adalah hutang gaji karyawan yang harus dibayarkan setiap bulannya.
    * Hutang Dagang
    Hutang dagang biasanya terjadi ketika perusahaan membeli bahan-bahan produksi kepada produsen dimana pembayarannya tidak langsung dilakukan pada waktu yang sama.
    * Hutang Wesel
    Hutang jenis ini merupakan hutang yang melibatkan bukti tertulis tentang kesanggupan perusahaan untuk membayar sejumlah hutang dalam waktu yang telah disepakati kedua belah pihak.
  2. Hutang dengan Jangka Waktu Menengah
    Sebenarnya hanya ada dua jenis hutang akuntasi. Yaitu jenis hutang dengan jangka waktu pendek dan jenis hutang dengan jangka waktu panjang. Namun karena terkadang waktu pelunasan yang disepakati perusahaan dan kreditor tidak selama waktu hutang jangka panjang, maka dibuatlah jenis hutang dengan jangka waktu menengah. Untuk jenis ini, waktu pelunasan yang dibebankan kepada perusahaan adalah selama kurang dari 10 tahun.
  3. Hutang dengan Jangka Waktu Panjang
    Tidak jauh berbeda dari hutang dengan jangka waktu pendek, hutang dengan jangka waktu panjang adalah jenis hutang yang memiliki masa pelunasan yang panjang semenjak tanggal neraca. Berlakunya hutang dengan jangka panjang ini tentu saja karena jumlahnya sangat besar dibandingkan jumlah pada hutang jangka pendek. Biasanya jenis hutang dengan jangka waktu panjang adalah jenis hutang yang waktunya bisa mencapai lebih dari 10 tahun dimana pembayaran hutang tersebut dibayarkan secara periodik waktu tertentu. Namun walaupun dibayarkan sudah ditentukan per periodik, biasanya jumlah yang dibayarkan perusahaan sudah termasuk bunga dan hutang pokok.

Semoga Bermanfaat dan Tunggu Artikel Selanjutnya dari akuntansiSMK.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: